Tangerang | indotvnews.co.id – Kudatuli merupakan kejadian pengambilan alih paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di jalan diponogoro 58 jakarta pusat, insiden tersebut menewaskan 5 orang dan menyebabkan 149 orang luka-luka serta 23 orang dinyatakan hilang, kerusuhan ini menjadi sejarah kelam dalam dunia politik indonesia. Mengenang 30 tahun kerusuhan 27 juli (kuda tuli) 1996, Dewan Pimpinan Cabang Pdi Perjuangan Kota Tangerang menggelar doa bersama dan nonton bareng film sejarah kudatuli yang dilaksanakan di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Cikokol, Kota Tangerang Banten, minggu (16/7/26)

Hadir dalam kegiatan doa bersama dan nobar tersebut ketua dpc pdi perjuangan kota tangerang Gatot Wibowo , S.Ip.,M.Ip, wakil walikota  H. Maryono Hasan, Ap, M.Si. Wakil ketua anggota dprd kota tangerang Andri Septiawan Permana, S.Sos., M.Ap, anggota dprd Teja Kusuma, S.Ip., M.Kesos, Sumarti, S.Ip., M.Ip. Anggota dprd (bendahara dpc),  anggota dprd Alrizoma Akrom, S.H., M.I.Kom, Gesuri Mesias Bintang Merah anggota dprd (sekretaris dpc), seluruh pengurus dpc pdi perjuangan kota tangerang, pengurus pac pdi perjuangan kota tangerang dan sayap partai, doa bersama dipimpin langsung Ustadz Fadlullah.

Selesai acara Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan kerusuhan 27 juli 1996 (kudatuli) merupakan togak sejarah bangsa indonesia dimana kejadian bersejarah tersebut tidak dapat dipisahkan dengan gerakan reformasi.

Lebih lanjut dirinya menuturkan kegiatan kali ini menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah kuda tuli 1996, dimana para pejuang, kader prtai dan masyarakat bersatu untuk melawan rezim otoriter.

Tanggapan beragam sejarah terjadinya kerusuhan 27 juli 19196 (kudatuli) di Utarakan Gesuri Mesias Bintang Merah Sekretaris Dpc Pdi Perjuangan Kota Tangerang, dimana menurut dirinya  kekuatan yang paling absolut adalah kekuatan rakyat.

Sumarti, S.Ip., M.Ip. Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang menambahkan kerusuhan 27 juli 1996,  harus di sosialisasikan dan diperjuangkan agar seluruh masyarakat mengetahui sejarah kuda tuli.

Teja Kusuma, S.Ip., M.Kesos Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang menegaskan kepada seluruh masyaarakat untuk tidak pernah meninggalkan sejarah, dimana kemerdekaan  harus diisi dengan semangat kebenaran dan anti ketidakadilan.

Wakil Walikota Tangerang H. Maryono Hasan menyampaikan kepada generasi muda untuk terus bergerak  dan berjuang  memberikan yang terbaik untuk  bangsa dan negara serta kepada generasi penerus bangsa untuk terus belajar tentang sejarah bangsa hal tersebut dituturkan gatot wibowo.

comments (0)

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.