Kab. Tangerang | indotvnews.co.id – Menindak lanjuti terkait adanya dugaan kuat penyelewengan dana program indonesia pintar (PIP), yang diduga dilakukan oleh oknum sekolah Smk Dirgantara Kabupaten Tangerang, dengan modus pencairan secara kolektif, tim indotv mengunjungi sekolah tersebut untuk meminta klarifikasi.

Kejadian berawal saat tim media indo tv mendapat laporan dari salah satu orang tua siswa, bahwa anak nya telah terdata dalam penerimaan PIP pada tahun 2021, dan dari informasi yang diterima sebanyak 49 siswa yang terdata dan sudah ada pencairan dari pihak bank.

Berdasarkan informasi tersebut, jumat 27 oktober 2023 tim indo tv mengunjungi langsung ke sekolah untuk meminta klarifikasi, namun kepala sekolah tidak dapat ditemui dengan alasan  sedang keluar, dan hanya ditemui salah satu guru.

Melalui guru tersebut, Ketua Umum Yayasan Dirgantara Joko Umboro dihubungi melalui telepon selular, dan menyatakan pihaknya akan mengecek kembali terkait data 49 siswa penerima pip. “urusan dana pip dan dana bos di kelola oleh sekolah, dan untuk 49 siswa sudah dibayarkan ataupun belum, kami (yayasan) belum mengetahui”. Ungkapnya

Sebelumnya 03 maret 2023 tim indotv telah melakukan investigasi, dari hasil tersebut kepala sekolah siap untuk mengembalikan dana pip kepada pihak siswa penerima pip, dengan perjanjian diatas materai.

Dan bukan hanya itu saja, sebelumnya diduga oknum kepsek di tahun 2021 menyelewengkan dana tunai sebesar 49 juta  dari program pip tahun 2021 dengan dengan jumlah siswa 49 anak didik, dan tidak diberikan satu rupiah pun kepada siswa peneriman manfaat. Dan kepsek dalam keterangannya kembali berdalih, memang ada dana pip, dan untuk segala prosedurnya dan penerimaan dana tunainya dirinya tidak mengetahui sepenuhnya .

comments (0)

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.