Jakarta, indotvnews.co.id –
Peristiwa kecelakaan kereta api yang cukup hebat mengguncang wilayah Bekasi pada Selasa dini hari, 27 April 2026, sekira pukul 20.55 Wib.
Insiden tragis ini melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang menabrak bagian belakang rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tujuan Cikarang di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang KRL dan memicu kepanikan luar biasa di kalangan penumpang yang saat itu tengah menanti perjalanan normal.
Berdasarkan laporan terkini dari pihak berwenang di lokasi kejadian, jumlah korban meninggal dunia telah bertambah menjadi empat orang.
Selain itu, tercatat sebanyak 29 hingga 38 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Bekasi dan RS Primaya, untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis, di mana petugas Basarnas harus menggunakan alat pemotong besi untuk mengeluarkan tujuh penumpang yang sempat terjepit di dalam reruntuhan gerbong.
Kronologi kejadian bermula dari adanya kendala teknis di lintasan sekitar Stasiun Bekasi Timur. Informasi awal menyebutkan bahwa sebuah unit taksi mengalami mogok tepat di perlintasan kereta api, yang memaksa rangkaian KRL untuk berhenti darurat guna menunggu jalur kembali aman.
Namun, sekitar 15 menit berselang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Barat (Stasiun Jatinegara) menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti tersebut karena jarak yang sudah terlalu dekat.
Akibat dari tabrakan ini, gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang rangkaian KRL dilaporkan mengalami kerusakan yang paling fatal.
Banyak penumpang di gerbong tersebut yang tidak sempat menyelamatkan diri saat benturan terjadi karena posisi kereta yang sudah berhenti total di tengah jalur.
Beberapa saksi mata di lokasi menggambarkan suara dentuman yang sangat keras hingga terdengar oleh warga yang bermukim di sekitar stasiun.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta melalui juru bicaranya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas insiden ini.
Pihak KAI menyatakan bahwa saat ini fokus utama mereka mempercepat proses evakuasi sarana yang rusak agar jalur rel dapat segera kembali beroperasi secara normal.
Selain evakuasi fisik, tim investigasi internal juga telah dikerahkan untuk mendalami apakah ada unsur kelalaian manusia atau kegagalan sistem persinyalan dalam peristiwa ini.
Gangguan operasional akibat kecelakaan ini menyebabkan jadwal perjalanan kereta api jarak jauh maupun Commuter Line dari arah Jakarta menuju Timur mengalami keterlambatan.
Ribuan penumpang KRL terpaksa mencari moda transportasi alternatif karena beberapa titik jalur rel tertutup oleh bangkai gerbong yang masih menunggu alat berat untuk dipindahkan.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Stasiun Bekasi Timur masih tampak padat oleh petugas medis dan keamanan.
Keluarga korban mulai berdatangan ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anggota keluarga mereka yang terdampak dalam musibah ini.




comments (0)