Jakarta, indotvnews.co.id – Sebuah pemandangan luar biasa menghiasi langit Indonesia dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Korps Bhayangkara, tiga jenderal polisi menantang batas kemampuan mereka dengan melompat dari ketinggian.

Aksi heroik ini dilakukan tidak hanya sebagai bentuk perayaan, melainkan untuk membawa semangat pengabdian Polri langsung ke cakrawala tertinggi.

Peringatan hari jadi kepolisian tahun ini benar-benar menorehkan tinta emas yang akan selalu dikenang oleh masyarakat luas.

Kehadiran tiga perwira tinggi di udara membuktikan bahwa usia dan posisi tidak menjadi halangan untuk terus berdedikasi.

Di Hari Bhayangkara ke-80, tiga jenderal polisi menorehkan sejarah dari langit Indonesia dengan melakukan aksi terjun payung yang memukau ribuan pasang mata.

Sosok mencuri perhatian dalam aksi langka ini adalah Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima, S.I.K., S.H. Jenderal bintang satu tersebut tampil mencolok dan berkarakter saat melakukan persiapan hingga mendarat.

Beliau melompat dengan ciri khas khusus menggunakan tutup kepala khas Suku Batak, yang menyimbolkan kekayaan budaya sekaligus persatuan emosional bangsa.

Inspektur Jenderal Polisi Almas Widodo Kolopaking S.E.,M.M
dengan ciri khasnya dengan menggunakan tutup kepala blangkon, dan Brigadir Jenderal Polisi Yulius Audie Sonny Latuheru S.I.K.M menggunakan topi adat khas papua

Aksi terjun payung yang dilakukan oleh para perwira tinggi ini bukanlah sebuah latihan militer biasa di lapangan terbuka. Pertunjukan ini dinilai oleh banyak pihak sebagai sebuah aksi yang langka dan sebuah keberanian yang luar biasa.

Fenomena ini menjadi sebuah sejarah yang tercipta dengan keberanian yang tak tergoyahkan dari para pemimpin tertinggi kepolisian.

Setelah mendarat dengan selamat di area utama upacara, Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima memberikan pernyataan emosionalnya kepada media.

Beliau menegaskan bahwa aksi ini adalah pesan nyata mengenai esensi dari sebuah kepemimpinan di dalam institusi Polri, “Keberanian sejati tidak mengenal pangkat,” ujar Brigjen Pol. Deonijiu dengan penuh ketegasan di hadapan para awak media.

“Lebih dari sekadar tontonan, makna filosofis dari lompatan ini mencerminkan komitmen mendalam bagi seluruh personel kepolisian di tanah air.”

Mereka melompat menembus awan, membawa kehormatan, membawa semangat Bhayangkara, dan membuktikan bahwa jiwa seorang pemimpin selalu berada di garis terdepan.

Ini bukan hanya aksi terjun payung, melainkan pesan kuat tentang kesiapan berkorban demi negara. Melalui momentum ini, pesan utama dari perayaan ulang tahun kepolisian tersampaikan dengan sangat sempurna kepada publik.

Ini adalah simbol keberanian, kepemimpinan, dan dedikasi yang menginspirasi seluruh generasi muda serta segenap anggota kepolisian.

Sebuah momen bersejarah yang akan selalu dikenang dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Dirgahayu ke-80 Polri. Polri presisi untuk masyarakat.

comments (0)

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.