Jakarta, indotvnews.co.id – Operasi pencarian besar-besaran terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kini telah memasuki hari keenam per 13 September 2026.
Tim SAR gabungan semakin mengintensifkan penyisiran baik lewat jalur laut maupun udara guna melacak keberadaan kapal motor Arupadhatu 1.
Rombongan ini dilaporkan hilang secara misterius sejak Senin, 7 September 2026, ketika tengah melakukan perjalanan peliputan resmi terkait aktivitas vulkanis dan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan perkembangan informasi terkini, fokus operasi penyelamatan bergerak mengarah ke kawasan Pulau Sebesi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa instansinya bersama operator seluler berhasil mendeteksi jejak sinyal International Mobile Equipment Identity (IMEI) dari ponsel salah satu korban.
Sinyal terakhir tersebut diketahui sempat memancar dari area Pulau Sebesi tak lama sebelum komunikasi terputus total.
Data digital berharga ini langsung diteruskan ke pimpinan SAR di lapangan sebagai pemandu titik koordinat utama.
Upaya pelacakan di lapangan kini diperluas secara signifikan dengan membagi area operasi menjadi tujuh sektor laut dan udara yang mencakup luas lebih dari 4.600 nautical mile persegi.
Basarnas Banten di bawah kepemimpinan Al Amrad mengerahkan total 14 armada utama, termasuk kapal patroli cepat dari TNI AL dan Polairud, serta dukungan pemantauan udara menggunakan helikopter.
Strategi ini dijalankan agar pemantauan dari perspektif luas dapat memberikan hasil di tengah luasnya area perairan Selat Sunda.
Kendati teknologi dan armada telah dikerahkan optimal, tim penyelamat dihadapkan pada medan ekstrem di sekitar lereng Gunung Anak Krakatau.
Petugas SAR di lapangan melaporkan bahwa pekatnya sebaran abu vulkanik dan kabut tebal telah memangkas jarak pandang (visibility) secara drastis.
Kondisi ini diperparah oleh fluktuasi gelombang laut yang cukup tinggi di kawasan vulkanis aktif tersebut, memaksa personil penyelamat untuk bergerak ekstra waspada.
Di tengah situasi darurat ini, Tim SAR sempat menemukan beberapa barang yang diduga kuat tercecer dari kapal rombongan.
Temuan tersebut berupa dua buah pelampung (life jacket) berwarna oranye dan merah, jeriken bahan bakar biru, serta sebuah helm merah di titik penyisiran sektor selatan.
Barang-barang tersebut kini telah diamankan oleh pihak berwenang untuk diidentifikasi secara menyeluruh, demi mencari kepastian apakah material tersebut milik kapal cepat yang ditumpangi para wartawan.
Kelima jurnalis foto senior yang berada di dalam kapal tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), serta Donal Husni selaku jurnalis lepas.
Bersama mereka, terdapat tiga warga lokal yang bertugas sebagai nakhoda bernama Warta, anak buah kapal Sukarman, dan Heriyanto selaku pemandu.
Keberadaan para jurnalis berpengalaman ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai organisasi pers nasional, yang secara berkelanjutan menggelar aksi doa bersama dan terus memantau posko evakuasi.
Otoritas meminta seluruh pihak agar tetap merujuk pada informasi satu pintu resmi dari Basarnas dan menjauhi isu hoaks yang kerap beredar di tengah kepanikan.




comments (0)