Semarang, indotvnews.co.id –
Tragedi memilukan kembali mewarnai kenakalan remaja di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Seorang pelajar SMP berinisial ZMR (16) harus kehilangan nyawa setelah terlibat dalam aksi duel yang dikenal sebagai “perang sarung”.
Dari informasi dihimpun, Peristiwa berdarah ini terjadi di wilayah Kecamatan Karangrayung pada Rabu (25/2/2026) malam, mengubah keceriaan malam menjadi duka yang mendalam bagi pihak keluarga.
Insiden bermula ketika ZMR mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp kepada rekannya, MAM, sekitar pukul 21.45 WIB.
Dalam pesan tersebut, korban secara spesifik mengajak MAM untuk melakukan aksi penyerangan terhadap kelompok remaja lain di dusun mereka. Tantangan ini menjadi pemantik awal dari rangkaian kejadian fatal yang terjadi beberapa saat kemudian.
MAM yang menyetujui ajakan tersebut kemudian bergabung dengan ZMR, serta mengajak dua rekan lainnya, yakni PA dan DKB. Keempat remaja ini segera bergerak mencari keberadaan kelompok lawan.
Mereka akhirnya bertemu dengan tiga remaja dari pihak lain, yaitu FM, RNE, dan DRK, untuk melontarkan tantangan duel secara langsung di sebuah lapangan sepak bola setempat.
Kedua kelompok tersebut akhirnya bersepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui perkelahian menggunakan sarung yang ujungnya telah diikat kuat.
Senjata improvisasi ini digunakan untuk saling serang di tengah kegelapan malam. Namun, di tengah aksi saling sabet tersebut, suasana yang semula penuh emosi mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika ZMR tiba-tiba ambruk.
Korban dilaporkan mengalami sesak napas hebat dan kehilangan kesadaran hingga tersungkur ke tanah di tengah arena perkelahian. Melihat kondisi ZMR yang tidak berdaya, rekan-rekan maupun lawan berkelahinya langsung menghentikan aksi mereka.
Dalam kondisi panik, mereka bergegas menolong dan mengantarkan ZMR kembali ke rumahnya sebelum akhirnya pihak keluarga membawa korban ke puskesmas terdekat.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa pelajar kelas IX SMP tersebut tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Pihak kepolisian segera bergerak cepat melakukan penyelidikan atas kasus ini. Kepolisian Resor Grobogan saat ini tengah mendalami motif serta kronologi detail dengan memeriksa enam orang saksi yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil otopsi resmi dari tim medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Dugaan awal menunjukkan bahwa korban sempat terkena sabetan sarung pada bagian vital yang memicu gangguan pernapasan. Kasus ini kini ditangani secara intensif oleh aparat penegak hukum guna menentukan status hukum para pelaku yang terlibat.




comments (0)