Yogyakarta, indotvnews.co.id – Jagat maya kembali menunjukkan kekuatannya dalam menjadi ruang kontrol sosial yang tidak kenal kompromi.
Sebuah unggahan video candaan di media sosial kini justru memicu badai yang menghancurkan karier seorang.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi para pegawai publik bahwa ruang digital bukan lagi area privat yang bebas dari konsekuensi etis profesional.
Gerardus Permanaditya, yang sebelumnya menjabat sebagai pengawas keuangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muntuk, Dlingo, Bantul, harus menerima kenyataan pahit didepak dari posisinya.
Langkah tegas pemecatan ini diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta setelah video miliknya viral.
Dalam rekaman tersebut, ia berseloroh tentang “hilang ingatan” sembari menyantap menu ayam katsu, sebuah tindakan yang dinilai publik secara langsung menyindir siswi asal Kabupaten Karo yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Respons cepat yang ditunjukkan oleh BGN DIY mencerminkan betapa tingginya urgensi menjaga nama baik program strategis nasional ini.
Sentimen negatif publik yang memuncak bahkan sampai memancing kecaman terbuka dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuat pembelaan Gerardus bahwa video tersebut “hanya candaan” menjadi tidak berarti.
Bagi pihak kelembagaan, hilangnya empati dari seorang aparatur di tengah situasi krisis korban adalah pelanggaran berat kode etik yang tidak bisa ditoleransi.
Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menegaskan bahwa pemecatan ini merupakan sebuah pesan simbolis bagi seluruh jajaran internal lembaganya.
Melalui tindakan disiplin yang cepat pada Senin (21/9), BGN ingin memastikan bahwa seluruh elemen yang terlibat dalam Program MBG wajib mengedepankan nilai kemanusiaan.
Institusi tidak akan ragu mendepak siapa pun yang gagal memahami bahwa dedikasi pelayanan masyarakat menuntut rasa hormat, bukan materi olok-olok di jagat maya.




comments (0)