Solok, indotvnews.co.id –
Bencana banjir bandang atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai galodo menerjang kawasan pusat pemerintahan di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Peristiwa terjadi pada Senin malam, 21 September 2026, sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WIB. Air bah yang datang secara mendadak mengagetkan warga sekitar lantaran arus mengalir sangat kencang dengan membawa material berbahaya berupa bebatuan besar, potongan kayu, serta lumpur pekat.
Kronologi bencana bermula ketika hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur wilayah lereng Gunung Talang dan sekitarnya sejak Senin sore.
Curah hujan yang ekstrem membuat aliran sungai di atas kawasan perbukitan meluap secara drastis.
Hanya dalam kurun waktu sekitar 30 menit setelah air mulai naik, gelombang galodo langsung menghantam area permukiman warga di Nagari Batang Barus serta meluncur deras memasuki area Kompleks Perkantoran Bupati Solok.
Dampak terjangan banjir bandang ini dilaporkan sangat parah dan mengakibatkan kerusakan fasilitas publik serta infrastruktur.
Sedikitnya 11 kantor pemerintahan, termasuk Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mengalami kerusakan akibat hantaman batu besar dan terendam lumpur tebal.
Selain merusak sekitar 100 unit rumah tinggal, bencana ini juga memutus satu jembatan utama dan menimbun badan jalan nasional lintas Padang – Solok, yang membuat jalur logistik tersebut lumpuh total.
Berdasarkan pembaruan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana ini menelan korban jiwa dengan satu warga ditemukan meninggal dunia, beberapa luka-luka, dan puluhan jiwa terpaksa diungsikan ke posko darurat.
Hingga Selasa, tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bersiaga di lapangan menggunakan alat berat guna membersihkan material longsor.




comments (0)