Jakarta, indotvnews.co.id –
Kawasan perbatasan antara Petamburan dan Pejompongan, Jakarta Pusat, mencekam pada Rabu sore, 17 April 2026, Sekira pukul 17.00 WIB bentrokan antar kelompok warga pecah yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Suasana yang semula tenang berubah menjadi penuh ketegangan saat kedua kubu mulai saling serang di area terbuka.
Aksi saling lempar batu dan benda tumpul tidak terhindarkan di sepanjang jalan utama yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.
Ketegangan semakin memuncak ketika api mulai muncul dan merambat ke sejumlah bangunan semi permanen di pinggir jalan.
Asap hitam pekat membumbung tinggi, menambah kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Akibat insiden ini, sedikitnya tiga tempat usaha milik warga ludes dilahap si jago merah. Bangunan yang hangus terbakar, sebuah lapak buah, dan satu lapak pedagang telur.
Seluruh barang dagangan dan peralatan kerja di dalam bangunan tersebut dilaporkan tidak terselamatkan karena api merambat dengan sangat cepat.
Ilham, salah satu pemilik lapak yang menjadi korban, mengungkapkan kesedihannya atas musibah yang menimpanya secara tiba-tiba.
Ia mengaku hanya bisa pasrah melihat tempat usahanya hancur akibat pertikaian yang tidak ia ketahui penyebab pastinya. “Saya hanya berharap ada keadilan karena kami yang tidak ikut campur justru harus kehilangan mata pencaharian,” ujar Ilham saat ditemui di lokasi.
Dirinya secara tegas meminta pertanggungjawaban dari kelompok yang berseteru atas kerugian materi yang dialami.
Ilham juga menyampaikan harapan besar agar kejadian membahayakan seperti ini tidak terulang kembali karena sangat merugikan orang banyak.
Berharap para pelaku segera ditangkap dan dijatuhi hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang menyatakan belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas saat ini adalah memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah adanya bentrokan susulan.
Kasus pengrusakan dan tawuran ini kini sepenuhnya ditangani oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat untuk penyelidikan lebih lanjut.
Guna mengantisipasi serangan balasan, personel gabungan dari TNI dan Polri telah disiagakan di titik-titik rawan perbatasan.
Petugas juga mulai melakukan penyisiran dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan guna mengidentifikasi para pelaku utama dalam kerusuhan tersebut.




comments (0)