Tangerang | indotvnews.co.id – Pemerintah Kecamatan Neglasari Kota Tangerang di bawah kepemimpinan Iwan Mulyawan, S.Sos.,Mm terus berupaya menanggulangi permasalahan sampah di lingkungan, diantaranya mengelola sampah organik secara mandiri dari sumbernya, mengurangi tumpukan sampah di TPA, serta mendukung pelestarian lingkungan. Ditahun ke 6 kali ini menerima program csr (corporate social responsibility) tahunan dari PT. Pertamina Patra Niaga untuk pengembangan produktivitas masyarakat salah satunya melalui penyediaan mesin teknologi olah sampah dari sumbernya (toss) dan diimplementasikan di Kelurahan Mekarsari.

Dari informasi yang dihimpun keunggulan mesin toss tersebut memungkinkan sampah organik diolah menjadi bahan bakar kerakyatan (pelet sampah) atau kompos, yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain toss, PT Pertamina Patra Niaga di mekarsari juga menginisiasi program greenhouse sirih dan Kampung Sirih Mekarsari sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.   Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pertamina dalam menerapkan ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk menciptakan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan sosial. Program ini melibatkan kerja sama antara PT Pertamina Patra Niaga dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, pihak Kecamatan Neglasari, dan Kelurahan Mekarsari.

Yayan Surya Permana, Se Lurah Mekarsari saat di temui media menjelaskan rasa bangganya mendapatkan bantuan dari pt pertamina yang sebelumnya di berikan bantuan csr berupa pembentukan dan pembinaan kampung sirih dan dirinya terus tingkatkan kerjasama dengan ketua rw dalam menggelola sampah.

Lebih lanjut dirinya menambahkan dengan warga memilah sampah dapat menambah perekonomian keluarga, dan mendapatkan support serta dukungan penuh oleh Iwan Mulyawan Camat Neglasari. Dan sebelumnya pihak kelurahan mekarsari memberikan pelatihan kepada warga rw-03.

Ketua rw-03 Alex Eko Setiawan mengungkapkan dari hasil analisa dibutuhkan sampah 5 kg sampah untuk menghasilkan 1 kg bahan bakar pelet. Dan dirinya menuturkan dengan adanya mesin toss tersebut lingkungan terbebas dari permasalahan sampah dan dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga dimana saat ini masih menjadi kendala dilingkungan.

Adapun tehnis pengelolaan sampah menggunakan mesin toss, dirinya menjelaskan diawali dengan pemilahan sampah organik dan non organik dilanjutkan dengan penyiraman dengan bio aktifator untuk menghilangkan bau dan setelah tujuh hari dilanjutkan proses pencacahan dan pembentukan pelet dilanjutkan ke mesin pengering setelah proses tersebut selesai, bahan bakar pelet sudah siap digunakan sebagai bahan bakar bio masa.

Dengan terealisasinya program pengelolaan sampah menjadi bernilai ekonomi, sebagai ketua rw dirinya mengucapkan terimakasih kepada Pt Pertamina Patra Niaga, Kecamatan Neglasari dan Kelurahan Mekarsari dan kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya program tersebut.

comments (0)

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.