Tangerang, indotvnews.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang sekaligus Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, Teja Kusuma, memberikan pernyataan tegas terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Beliau menekankan bahwa orang tua siswa memiliki hak penuh untuk melayangkan protes apabila menu yang disajikan dalam program tersebut dinilai tidak layak atau tidak memenuhi standar gizi yang seharusnya.

Teja mengingatkan bahwa program MBG bukan merupakan bantuan cuma-cuma, melainkan kebijakan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Karena dana tersebut bersumber dari pajak rakyat, dirinya menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa takut atau ragu dalam menyampaikan kritik terhadap kualitas makanan yang diterima oleh anak-anak mereka.

Dalam pernyataannya pada Minggu (01/02/26), Teja menyebut bahwa menyampaikan pendapat adalah bagian dari hak asasi manusia. Menurutnya, protes yang dilakukan oleh masyarakat merupakan langkah positif untuk memastikan uang rakyat digunakan secara tepat sasaran demi kebaikan dan keberlanjutan program pemerintah di masa depan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kritik dari orang tua harus dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas program, bukan sebagai upaya untuk menjatuhkan pemerintah.

Di dalam sistem demokrasi, pengawasan publik dianggap sebagai instrumen vital guna memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai dengan tujuan awal yang telah ditetapkan.

Menanggapi adanya kekhawatiran terkait potensi intimidasi terhadap pihak yang vokal bersuara, Teja memastikan bahwa pihaknya membuka ruang pengaduan seluas-luasnya.

Teja mengimbau warga agar segera melapor jika merasa ditekan oleh oknum tertentu saat menyuarakan ketidaksesuaian di lapangan. “Sampaikan kepada Fraksi PDI Perjuangan jika ada yang merasa diintimidasi,” tegasnya.

Selain melalui jalur formal, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pengawasan publik yang efektif.

Transparansi akan lebih mudah terbangun jika warga aktif mengunggah temuan mereka, sehingga pemerintah dapat mengetahui kondisi riil di lapangan dan segera melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa makanan.

Sebagai langkah konkret, Teja mengusulkan pembentukan komite pengawas independen yang melibatkan unsur sekolah dan orang tua.

Komite ini diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa setiap porsi makanan yang sampai ke tangan siswa benar-benar aman, layak, dan bergizi tinggi secara berkelanjutan.

comments (0)

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.